
TEGAL — Upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bawah terus digulirkan di Kota Tegal. Melalui sinergi lintas instansi, jajaran Pemerintah Kota Tegal bersama Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Tegal berkolaborasi dalam aksi pemberdayaan ekonomi bagi para pelaku usaha mikro di wilayah Kecamatan Tegal Selatan.
Pada Kamis, 2 Juli 2026, Pendopo Kantor Kecamatan Tegal Selatan riuh oleh kehadiran puluhan pengrajin batik lokal dan pelaku UMKM makanan ringan. Mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan “Pemberdayaan Pengrajin Batik dan UMKM Makanan Ringan di Kecamatan Tegal Selatan” yang dikemas dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan intensif.
Sinergi Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Publik
Kehadiran Kantor Pertanahan Kota Tegal dalam acara ini menegaskan bahwa fungsi instansi vertikal tersebut tidak sekadar mengurusi legalitas sertifikat tanah, melainkan juga mengawal pemanfaatan aset demi kemakmuran masyarakat. Plt. Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantah Kota Tegal, Windarto, S.H., M.Si., hadir langsung bersama para pejabat fungsional penata pertanahan. Kehadiran ini juga memperkuat peran Kepala Kantah Kota Tegal yang bertindak sebagai Ketua Tim Pelaksana Harian (PLH) Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kota Tegal.
Melalui wadah GTRA, Kantah Kota Tegal berkomitmen memastikan bahwa penataan aset (sertifikasi) harus berjalan beriringan dengan penataan akses (pemberdayaan ekonomi). Pelatihan ini menjadi jembatan nyata agar para pelaku usaha mikro memiliki kapasitas lebih untuk berkembang di pasar yang semakin kompetitif.
Suntikan Ilmu: Dari Kreativitas Produk hingga Tembus e-Commerce
Diprakarsai melalui undangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal, acara ini menghadirkan berbagai narasumber kompeten, termasuk akademisi dari Universitas Harkat Negeri Kota Tegal. Para peserta, yang didominasi oleh mak-mak pengrajin batik dan pelaku usaha camilan dari berbagai kelurahan seperti Bandung, Debong, Kalinyamat Wetan, hingga Tunon, tampak antusias menyerap materi.
Ada empat fokus utama yang dibagikan dalam pelatihan marathon ini:
- Pengelolaan Media Sosial: Memanfaatkan platform digital sebagai etalase produk yang menarik minat konsumen.
- Strategi e-Commerce: Mengenalkan tata cara membuka toko online dan mengelola transaksi digital yang aman.
- Pemasaran Online (Digital Marketing): Trik menjangkau pasar yang lebih luas di luar wilayah Kota Tegal.
- Diversifikasi Produk: Mendorong inovasi ragam produk agar batik tegalan dan camilan lokal memiliki nilai jual lebih tinggi dan variatif.
Mendorong UMKM Naik Kelas
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi stimulus kuat bagi ekosistem UMKM di Kecamatan Tegal Selatan. Melalui pembekalan keterampilan digital ini, produk lokal unggulan seperti Batik Tegal Selatan tidak hanya lestari secara budaya, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi penopang utama ekonomi keluarga.
Dengan sinergi penataan akses dari Kantah Kota Tegal bersama jajaran Pemkot, para pengrajin dan pelaku usaha kini memiliki modal pengetahuan baru untuk berani “naik kelas” dan bersaing di pasar nasional.