Kawal Tata Ruang Berkelanjutan, Kantah Kota Tegal Hadiri Forum Konsultasi Publik KLHS RTRW

TEGAL – Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Tegal terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung perencanaan wilayah yang berwawasan lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran perwakilan instansi dalam agenda Forum Konsultasi Publik II yang diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Kota Tegal pada Selasa (12/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Moh. Fahmi Aras, A.Ptnh., S.H., M.H., hadir mewakili Kepala Kantor Pertanahan Kota Tegal. Pertemuan strategis ini difokuskan pada penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dalam rangka perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tegal.

Sinergi Pertanahan dan Lingkungan Hidup

Bertempat di Ruang Rapat Lantai II Sekretariat Daerah Kota Tegal, forum ini menjadi wadah penting untuk mensinkronkan data pertanahan dengan kebijakan lingkungan hidup. Keterlibatan Seksi Penataan dan Pemberdayaan sangat krusial guna memastikan bahwa perubahan tata ruang wilayah tetap memperhatikan aspek penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang selaras dengan daya dukung alam.

Beberapa poin utama dalam pembahasan tersebut meliputi:

  • Penyelarasan draf perubahan RTRW dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
  • Analisis dampak kebijakan tata ruang terhadap fungsi lingkungan di wilayah Kota Tegal.
  • Pemanfaatan data spasial pertanahan dalam perumusan materi KLHS.

Komitmen untuk Pembangunan Daerah

Partisipasi aktif Moh. Fahmi Aras dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen Kantah Kota Tegal untuk memastikan setiap kebijakan pertanahan di “Kota Bahari” berjalan beriringan dengan regulasi pemerintah daerah. Hasil dari konsultasi publik ini diharapkan dapat menjadi landasan kokoh bagi pembangunan Kota Tegal yang lebih tertata dan ramah lingkungan di masa depan.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektoral, mempertegas kolaborasi kuat demi mewujudkan tata ruang kota yang inklusif dan berkelanjutan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *