
SLAWI – Pemerintah Kabupaten (Pemkot) Tegal masih terus berupaya untuk menurunkan angka stunting dengan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang digelar di Aula DP3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (11/2/2026).
Penata Kependudukan dan KB DP3AP2KB, Cecilia Sri Rahayu, menyampaikan bahwa peserta pelatihan melibatkan OPD terkait, kader Posyandu, kader TPK, Ketua TP PKK Desa, serta Kader Pembangunan Manusia dari Desa Sidakaton dan Desa Gembongdadi. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting Kabupaten Tegal turun signifikan menjadi 15,9 persen dari 28 persen pada 2021. Penurunan ini dinilai sebagai hasil konvergensi lintas OPD dan peran aktif para kader.
Upaya pencegahan dilakukan melalui enam pesan kunci perubahan perilaku, yakni konsumsi tablet tambah darah bagi ibu hamil, keikutsertaan kelas ibu hamil, edukasi pemberian makan bayi dan anak, pemantauan tumbuh kembang di posyandu, cuci tangan pakai sabun, serta penggunaan jamban sehat.
Kegiatan yang difasilitasi Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Nur Ika Sofiyanti. Ia menjelaskan strategi komunikasi menyasar tiga kelompok, yakni sasaran primer (calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, orang tua balita dan keluarga), sasaran sekunder (kader, tokoh masyarakat, bidan dan tenaga kesehatan), serta sasaran tersier (pemerintah desa dan kabupaten).
Fasilitator YSKK, Kang Sure, berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan edukasi, khususnya terkait pemberian pada konsumsi tablet tambah darah, cuci tangan menggunakan sabun, dan penggunaan jamban sehat yang masih perlu diperkuat di masyarakat.
