Wali Kota Tegal Usulkan Pemprov untuk Fasilitasi Pemda Bekerjasama dalam Komoditas Bahan Pokok antar Daerah

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, mengusulkan kepada Gubernur Jawa Tengah agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi kerjasama antar pemerintah daerah terkait dengan komoditas bahan pokok unggulan di masing-masing wilayah. Menurutnya, langkah tersebut dapat menekan harga bahan pokok, khususnya dari sisi distribusi.

“Misalkan Kabupaten Brebes penghasil bawang, maka daerah tetangga bisa langsung bekerja sama tanpa harus melalui pasar induk,” ujar Dedy Yon pada saat sesi diskusi High Level Meeting di Gumaya Hotel Semarang, Rabu (11/2) siang. 

Kegiatan itu mengusung tema Sinergi Stabilisasi Harga, Akselerasi Investasi dan Digitalisasi Ekonomi untuk Mendukung Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengarahkan TPID Provinsi Jawa Tengah bersama kepala daerah untuk melakukan pemetaan serta penyusunan jadwal pada potensi tanam, panen, dan titik panen sebagai dasar intervensi pengendalian inflasi pangan.

“Lakukan penyerapan terhadap komoditas pertanian yang sudah memasuki panen dalam rangka penguatan ketahanan pangan daerah dengan berkoordinasi dengan Distanak. Distribusikan pasokan pangan kepada mitra OPD (Kios Pangan Murah, KDMP, SIMANIS MART) secara cepat dan terkoordinasi, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” ujar Ahmad Luthfi.

Terkait Gerakan Pangan Murah, Gubernur juga mengarahkan kepada kepala daerah untuk mulai mempersiapkan pelaksanaan secara masif menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Langkah ini dinilai penting guna menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah kabupaten/kota.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Nur Nugroho, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan sebagai Pemenang Terbaik dalam penguatan iklim investasi. “Realisasi investasi meningkat 28,88 persen year on year (yoy) dari Rp68,67 triliun pada 2024 menjadi Rp88,50 triliun pada 2025. Jawa Tengah mencatatkan pertumbuhan realisasi investasi tertinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa,” jelasnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *